Bawa Pesan Prabowo, Cak Imin Hadiri Pelantikan Paus Leo XIV di Vatikan: Memperkuat Persaudaraan Indonesia-Vatikan

Bawa Pesan Prabowo, Cak Imin Hadiri Pelantikan Paus Leo XIV di Vatikan: Memperkuat Persaudaraan Indonesia-Vatikan

choleray.com, 17 MEI 2025
Penulis: Riyan Wicaksono
Editor: Muhammad Kadafi
Tim Redaksi: Diplomasi Internasional Perusahaan Victory88

Pada 18 Mei 2025, dunia menyaksikan peristiwa bersejarah dengan pelantikan Paus Leo XIV, pemimpin Gereja Katolik sedunia, di Alun-alun Santo Petrus, Vatikan. Indonesia, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, menunjukkan komitmennya terhadap dialog antaragama dan hubungan diplomatik dengan mengirimkan delegasi resmi untuk menghadiri acara sakral ini. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengutus Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar (dikenal sebagai Cak Imin), untuk memimpin delegasi Indonesia, membawa pesan khusus yang mencerminkan penghormatan dan dukungan Indonesia kepada Paus Leo XIV.

Keberangkatan Cak Imin ke Vatikan, bersama Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi dan perwakilan dari PT Asabri (Persero), bukan hanya sebuah tindakan diplomatik, tetapi juga simbol persaudaraan antara Indonesia dan Vatikan yang telah terjalin selama puluhan tahun. Artikel ini akan membahas secara rinci latar belakang peristiwa, isi pesan Presiden Prabowo, konteks hubungan Indonesia-Vatikan, serta implikasi kehadiran delegasi Indonesia dalam pelantikan Paus Leo XIV.

Latar Belakang Pelantikan Paus Leo XIV

Paus Leo XIV, yang lahir dengan nama Robert Francis Prevost, terpilih sebagai pemimpin Gereja Katolik ke-267 pada 8 Mei 2025, menyusul wafatnya Paus Fransiskus pada 21 April 2025. Prevost, seorang kardinal asal Amerika Serikat dan anggota Ordo Santo Agustinus (OSA), menjadi paus pertama dari AS, sebuah tonggak sejarah dalam kepemimpinan Gereja Katolik. Ia memilih nama “Leo” untuk menghormati Paus Leo XIII, yang dikenal sebagai bapak ajaran sosial Gereja, serta untuk melanjutkan semangat reformasi dan dialog Paus Fransiskus.

Pelantikan Paus Leo XIV diadakan pada Minggu, 18 Mei 2025, pukul 10.00 waktu Roma (15.00 WIB), dalam sebuah misa di Alun-alun Santo Petrus, Vatikan. Acara ini menandai awal resmi masa kepausannya dan dihadiri oleh para pemimpin dunia, tokoh agama, serta sekitar 200.000 umat, serupa dengan pelantikan Paus Fransiskus pada 2013. Misa pelantikan ini juga disiarkan secara global, memungkinkan jutaan orang menyaksikan peristiwa tersebut.

Dalam pidato perdananya pada 9 Mei 2025, Paus Leo XIV menyampaikan pesan damai, mengutip “Damai beserta kalian semua” sebagai salam Kristus yang bangkit. Ia menegaskan komitmennya untuk membangun jembatan dialog antaragama, mempromosikan perdamaian, dan mengatasi ketimpangan sosial, sejalan dengan misi Paus Fransiskus. Prevost, yang memiliki pengalaman sebagai misionaris di Peru dan Prefek Dikasteri untuk Para Uskup, dikenal karena pandangannya yang inklusif dan fokus pada isu migran, kemiskinan, dan lingkungan.

Mandat Presiden Prabowo dan Keberangkatan Cak Imin

Presiden Prabowo Subianto, yang dilantik sebagai Presiden ke-8 Republik Indonesia pada Oktober 2024, menunjuk Cak Imin sebagai pimpinan delegasi Indonesia untuk menghadiri pelantikan Paus Leo XIV. Cak Imin, yang juga Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), bertolak ke Vatikan pada Sabtu dini hari, 17 Mei 2025, dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, bersama rombongan yang mencakup Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi dan seorang perwakilan dari PT Asabri (Persero).

Menurut Cak Imin, kehadirannya di Vatikan merupakan mandat langsung dari Presiden Prabowo untuk menyampaikan pesan khusus kepada Paus Leo XIV. Pesan tersebut berisi ucapan selamat, salam hormat, dan dukungan Indonesia terhadap tugas-tugas kepausan Paus Leo XIV. “Ucapan selamat tentunya salam sekaligus dukungan Indonesia terhadap tugas-tugas Yang Mulia Paus Leo XIV. Jadi pesan umum (berupa) penghormatan dan ucapan selamat serta dukungan Indonesia kepada Paus,” ujar Cak Imin di Bandara Soekarno-Hatta sebelum keberangkatan.

Cak Imin juga menyatakan kebanggaannya atas kepercayaan yang diberikan Presiden Prabowo untuk menjadi saksi sejarah pelantikan Paus Leo XIV. Ia menegaskan bahwa misi ini adalah wujud penghormatan Indonesia kepada Vatikan sebagai mitra persahabatan yang telah terjalin lama. “Tujuan utama keberangkatan kami adalah membawa misi memperkuat persaudaraan antara Indonesia-Vatikan yang sudah terjalin lama,” katanya.

Selain Cak Imin, Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi juga mengonfirmasi penugasannya oleh Presiden Prabowo. “Betul, saya sudah dihubungi Sekretariat Presiden untuk berangkat ke Vatikan dini hari ini. Rencananya sampai di Roma besok pagi pukul 07.00 waktu setempat,” ujar Budi Arie pada 16 Mei 2025. Ia menegaskan kesiapannya untuk menghadiri momen bersejarah ini sebagai bentuk penghormatan kepada Paus Leo XIV.

Presiden Prabowo sendiri tidak dapat menghadiri pelantikan secara langsung, sebagaimana ia juga berhalangan saat pemakaman Paus Fransiskus pada April 2025. Sebelumnya, untuk pemakaman Paus Fransiskus, Prabowo mengutus delegasi yang mencakup Presiden ke-7 Joko Widodo, Menteri HAM Natalius Pigai, Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono, dan mantan Menteri Perhubungan Ignatius Jonan. Keputusan untuk mengirim utusan khusus ini menunjukkan konsistensi Prabowo dalam menjaga hubungan diplomatik dengan Vatikan meskipun tidak dapat hadir secara pribadi.

Konteks Hubungan Indonesia-Vatikan

Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Vatikan telah terjalin sejak 1950, ditandai dengan pembukaan hubungan resmi pada masa Presiden Soekarno. Sejak itu, kedua pihak telah memperkuat kerja sama dalam berbagai bidang, termasuk dialog antaragama, pendidikan, dan kemanusiaan. Vatikan, sebagai pusat spiritual umat Katolik, diang$ sempat menjadi mitra strategis Indonesia dalam mempromosikan perdamaian dan toleransi beragama, sejalan dengan nilai-nilai Pancasila.

Indonesia, dengan populasi Katolik sekitar 3% dari total 270 juta penduduk, menunjukkan komitmen terhadap pluralisme melalui kehadiran delegasi resmi di acara-acara penting Vatikan. Kunjungan tokoh Indonesia ke Vatikan, seperti kunjungan Presiden Joko Widodo pada 2016 dan Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri pada Februari 2025, menegaskan pentingnya dialog antaragama. Megawati, dalam pertemuannya dengan Paus Fransiskus, menyoroti nilai-nilai universal Pancasila yang selaras dengan misi Vatikan untuk perdamaian dan keadilan.

Kehadiran Cak Imin dan delegasi Indonesia di pelantikan Paus Leo XIV mencerminkan komitmen ini. Dr. Darmansjah Djumala, Dewan Pakar BPIP, menyatakan bahwa terpilihnya Paus Leo XIV membuka ruang dialog antaragama yang lebih luas. Ia menilai visi Paus Leo XIV untuk membangun jembatan dan dialog sejalan dengan nilai-nilai Pancasila, yang dapat memperkuat hubungan Indonesia-Vatikan dalam jangka panjang.

Isi Pesan Presiden Prabowo

Pesan yang dibawa Cak Imin atas nama Presiden Prabowo mencakup tiga elemen utama:

  1. Ucapan Selamat: Penghormatan kepada Paus Leo XIV atas terpilihnya sebagai pemimpin Gereja Katolik sedunia.
  2. Salam dan Dukungan: Dukungan Indonesia terhadap misi Paus Leo XIV, khususnya dalam mempromosikan perdamaian, keadilan, dan dialog antaragama.
  3. Penguatan Persaudaraan: Komitmen untuk mempererat hubungan bilateral Indonesia-Vatikan, dengan fokus pada kerja sama kemanusiaan dan toleransi beragama.

Pesan ini disampaikan secara simbolis selama misa pelantikan dan kemungkinan diperkuat melalui pertemuan bilateral antara delegasi Indonesia dan pejabat Vatikan. Meskipun teks lengkap pesan tersebut tidak dipublikasikan, pernyataan Cak Imin menegaskan bahwa pesan tersebut bersifat umum dan mencerminkan sikap resmi Indonesia sebagai negara yang menghormati kepemimpinan spiritual global.

Jadwal dan Detail Acara Pelantikan

Pelantikan Paus Leo XIV diadakan di Alun-alun Santo Petrus, Vatikan, pada 18 Mei 2025, pukul 10.00 waktu Roma (15.00 WIB). Misa pelantikan ini merupakan acara sakral yang menandai dimulainya masa kepausan Paus Leo XIV. Sebelum misa, Paus Leo XIV mengunjungi makam Santo Petrus di Basilika Santo Petrus, sebuah tradisi penting dalam pelantikan paus. Acara ini dihadiri oleh para pemimpin dunia, tokoh agama, dan ribuan umat Katolik, dengan perkiraan kehadiran mencapai 200.000 orang, serupa dengan pelantikan Paus Fransiskus.

Setelah pelantikan, Paus Leo XIV dijadwalkan menggelar audi audiensi umum pertama pada 21 Mei 2025 dan bertemu dengan anggota Kuria Roma pada 24 Mei 2025. Fokus awal kepausannya, seperti yang disampaikan dalam pidato perdananya, adalah perdamaian global, dengan penekanan pada krisis di Ukraina dan Gaza, serta isu ketimpangan sosial dan lingkungan.

Dampak dan Implikasi

Kehadiran Cak Imin dan delegasi Indonesia di pelantikan Paus Leo XIV memiliki sejumlah dampak dan implikasi:

  1. Penguatan Diplomasi: Kehadiran delegasi Indonesia menegaskan posisi Indonesia sebagai pemain aktif dalam diplomasi global dan dialog antaragama. Ini memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang toleran dan inklusif.
  2. Hubungan Bilateral: Misi ini mempererat hubungan Indonesia-Vatikan, membuka peluang kerja sama di bidang pendidikan, kemanusiaan, dan lingkungan, sejalan dengan visi Paus Leo XIV.
  3. Simbol Persaudaraan: Dalam konteks Indonesia sebagai negara mayoritas Muslim, kehadiran Cak Imin, seorang tokoh Muslim, di acara Katolik global menunjukkan komitmen terhadap harmoni antaragama.
  4. Dukungan terhadap Paus Leo XIV: Pesan Prabowo memberikan legitimasi tambahan bagi Paus Leo XIV, yang menghadapi tantangan seperti sekularisasi, krisis moral dalam Gereja, dan ketegangan geopolitik.

Namun, beberapa tantangan tetap ada. Posts di platform X menunjukkan adanya sentimen campur aduk di kalangan masyarakat Indonesia, dengan beberapa pengguna mempertanyakan pilihan utusan (misalnya, mengusulkan Gibran Rakabuming Raka sebagai alternatif). Meski demikian, mayoritas tanggapan positif, dengan banyak yang memuji langkah Prabowo sebagai wujud penghormatan kepada Vatikan.

Tantangan dan Kritik

Meskipun misi ini secara umum diterima positif, ada beberapa tantangan dan kritik:

  • Absensi Prabowo: Ketidakhadiran langsung Presiden Prabowo, baik di pemakaman Paus Fransiskus maupun pelantikan Paus Leo XIV, memicu pertanyaan tentang prioritas diplomasinya. Namun, pengiriman delegasi tingkat menteri dianggap cukup representatif.
  • Representasi Agama: Beberapa pihak mempertanyakan mengapa Menteri Agama tidak diutus, mengingat sifat keagamaan acara tersebut. Pemilihan Cak Imin dan Budi Arie Setiadi, yang bukan dari Kementerian Agama, dianggap kurang relevan oleh segelintir pihak.
  • Biaya dan Prioritas: Seperti halnya misi internasional lainnya, biaya perjalanan delegasi menjadi sorotan, meskipun dianggap sebanding dengan manfaat diplomatiknya.

Kesimpulan

Kehadiran Cak Imin sebagai utusan Presiden Prabowo di pelantikan Paus Leo XIV pada 18 Mei 2025 adalah langkah strategis yang mencerminkan komitmen Indonesia terhadap dialog antaragama, diplomasi global, dan hubungan bilateral dengan Vatikan. Pesan yang dibawa, berisi ucapan selamat, dukungan, dan penguatan persaudaraan, menegaskan posisi Indonesia sebagai negara yang menghormati kepemimpinan spiritual global dan mempromosikan perdamaian. Didampingi Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi dan perwakilan PT Asabri, Cak Imin berhasil menyampaikan misi ini dengan baik, memperkuat citra Indonesia di panggung dunia.

Pelantikan Paus Leo XIV, dengan fokus pada perdamaian dan keadilan, membuka peluang kolaborasi lebih lanjut antara Indonesia dan Vatikan, terutama dalam isu kemanusiaan dan lingkungan. Meskipun ada kritik minor, misi ini secara keseluruhan dianggap sukses dalam mempererat hubungan yang telah terjalin lama antara Indonesia dan Takhta Suci. Dengan semangat Pancasila dan visi Paus Leo XIV, kedua pihak dapat bersama-sama membangun jembatan dialog untuk dunia yang lebih harmonis.

Sumber


BACA JUGA: Panduan Lengkap Travelling ke Negara Palau: Petualangan di Surga Pasifik

BACA JUGA: Lingkungan, Sumber Daya Alam, dan Penduduk Negara Palau: Keberlanjutan di Kepulauan Pasifik

BACA JUGA: Seni dan Tradisi Negara Palau: Warisan Budaya Mikronesia yang Kaya



Share via
Copy link