choleray.com, 18 MEI 2025
Penulis: Riyan Wicaksono
Editor: Muhammad Kadafi
Tim Redaksi: Diplomasi Internasional Perusahaan Victory88

Pada tanggal 17 Mei 2025, Presiden Prabowo Subianto, presiden kedelapan Republik Indonesia, menjadi sorotan media setelah menyampaikan pernyataan terkait spekulasi tentang pencalonannya untuk periode kedua pada tahun 2029. Berbicara dalam sebuah acara di Jakarta, Prabowo menanggapi sorakan pendukung yang meneriakkan “Prabowo dua periode” dengan mengatakan, “Jangan sebut dua periode, saya dan Tuhan yang tentukan.” Ia juga menegaskan bahwa fokusnya saat ini adalah memberikan hasil nyata selama masa jabatannya, dengan menambahkan, “Kalau saya tidak berhasil, jangan harapkan saya maju lagi” (Kompas.com, 2025; kumparan, 2025). Pernyataan ini memicu diskusi luas tentang filosofi kepemimpinannya, strategi politik, dan masa depan kepresidenan Indonesia. Sebagai presiden yang baru dilantik pada 20 Oktober 2024, pernyataan Prabowo mencerminkan perpaduan antara pragmatisme, keyakinan spiritual, dan komitmen pada legitimasi berbasis kinerja. Artikel ini menyajikan analisis terperinci, akurat, dan terpercaya tentang pernyataan tersebut, mencakup konteks, implikasi, reaksi publik, dan kaitannya dengan karier politik Prabowo, dengan mengacu pada sumber kredibel seperti Kompas.com, Okezone, Detik.com, Kumparan, serta unggahan di platform X yang mencerminkan sentimen terkini (Kompas.com, 2025; Okezone, 2025; kumparan, 2025; 20detik, 2025).
1. Latar Belakang dan Konteks

1.1 Kepresidenan Prabowo dan Perjalanan Politiknya
Prabowo Subianto, mantan jenderal TNI dan ketua umum Partai Gerindra, dilantik sebagai presiden Indonesia pada 20 Oktober 2024, bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Kemenangannya dalam Pemilu Presiden 2024 dengan perolehan suara 58,6% menjadi puncak dari perjalanan politik panjang yang mencakup dua kali kegagalan dalam pemilihan presiden pada 2014 dan 2019 (Kompas.com, 2024). Dikenal dengan retorika nasionalis dan latar belakang militer, Prabowo memposisikan dirinya sebagai pemimpin yang berkomitmen pada kedaulatan Indonesia, kemandirian ekonomi, dan kesejahteraan sosial. Dalam pidato pelantikannya, ia menekankan kepatuhan pada UUD 1945, persatuan nasional, serta pencapaian kemandirian pangan dan energi, mencerminkan visinya untuk Indonesia yang “kuat dan berani” (Malang Posco Media, 2024).
Pernyataan Prabowo pada 17 Mei 2025 disampaikan dalam sebuah acara yang dihadiri oleh kader Partai Gerindra dan pendukungnya, di mana antusiasme terhadap kepemimpinannya memicu seruan untuk masa jabatan kedua. Tanggapannya tidak hanya menolak spekulasi dini, tetapi juga mencerminkan gaya kepemimpinannya yang menggabungkan keyakinan pribadi dengan tema spiritual dan patriotik (Okezone, 2025).
1.2 Kerangka Konstitusional Masa Jabatan Presiden
Berdasarkan UUD 1945, sebagaimana diubah pada tahun 2001, seorang presiden dapat menjabat maksimal dua periode selama lima tahun, baik secara berturut-turut maupun tidak (Pasal 7). Ketentuan ini diperkenalkan pada era reformasi pasca-Soeharto untuk mencegah konsentrasi kekuasaan seperti yang terjadi selama 32 tahun kepemimpinan Soeharto (1966–1998). Pada tahun 2025, Prabowo berusia 73 tahun, dan pada Pemilu 2029, ia akan berusia 78 tahun, memunculkan pertanyaan tentang kesehatan dan stamina untuk periode kedua, meskipun tidak ada batasan usia dalam konstitusi (Hukumonline.com, 2024). Pernyataannya tentang “Tuhan dan saya” yang menentukan menunjukkan pendekatan personal dan spiritual terhadap kepemimpinan, sementara penekanan pada kinerja mencerminkan sikap pragmatis terhadap pencalonan ulang.
2. Pernyataan: Isi dan Konteks

2.1 Konteks Lengkap Pernyataan
Dalam acara pada 17 Mei 2025, Prabowo menanggapi sorakan pendukung yang meneriakkan “Prabowo dua periode”, sebuah ungkapan loyalitas dari basis pendukungnya. Menurut Kompas.com dan Kumparan, Prabowo menyatakan:
“Jangan sebut dua periode, saya dan Tuhan yang tentukan. Kalau saya nilai tak berhasil, jangan harapkan saya mau maju lagi” (Kompas.com, 2025; kumparan, 2025).
Ia juga menginstruksikan kader Gerindra untuk tidak berfokus pada retorika pencalonan ulang, melainkan memprioritaskan keberhasilan masa jabatan saat ini. Okezone melaporkan pernyataan serupa, mengutip Prabowo: “Kalau saya tidak berhasil, jangan harap saya mau maju lagi” (Okezone, 2025). Sebuah video yang dibagikan oleh 20detik menangkap momen tersebut, menunjukkan nada tegas Prabowo dan respons antusias dari hadirin (20detik, 2025).
2.2 Tema Utama dalam Pernyataan
Pernyataan Prabowo mencerminkan beberapa tema inti:
- Keyakinan Spiritual: Dengan menyebut “Tuhan”, Prabowo selaras dengan nilai budaya dan agama Indonesia, di mana iman memainkan peran besar dalam kehidupan publik. Ini sejalan dengan pernyataan sebelumnya pada 2024, ketika ia mengaitkan kelangsungan hidupnya melalui pengalaman berbahaya dengan kehendak Tuhan, dengan mengatakan, “Tuhan masih memberi saya napas” (Disway.id, 2024).
- Legitimasi Berbasis Kinerja: Penekanan Prabowo pada evaluasi keberhasilannya sendiri menunjukkan standar akuntabilitas yang ia tetapkan. Ia memposisikan pencalonan ulang sebagai bergantung pada pencapaian nyata, sejalan dengan janji kampanyenya tentang pertumbuhan ekonomi, ketahanan pangan, dan kemandirian energi (Malang Posco Media, 2024).
- Penolakan Spekulasi Dini: Dengan menolak pembicaraan tentang periode kedua, Prabowo berupaya memfokuskan perhatian pada tugas pemerintahan, sebuah langkah strategis untuk mempertahankan kepercayaan publik di awal masa jabatannya (Kumparan, 2025).
- Otonomi Pribadi: Frasa “Tuhan dan saya” menggarisbawahi rasa tanggung jawab pribadi Prabowo, mencerminkan latar belakang militernya dan filosofi kepemimpinan yang menekankan ketegasan dan kemandirian (Merdeka.com, 2014).
2.3 Konteks Acara
Acara tersebut merupakan pertemuan kader Partai Gerindra dan pendukung, kemungkinan besar sebagai rapat strategis untuk mengkonsolidasikan kesatuan partai dan menetapkan prioritas pemerintahan Prabowo. Acara semacam ini umum dalam politik Indonesia, di mana kader partai berkumpul untuk menunjukkan loyalitas dan memobilisasi dukungan akar rumput. Sorakan “dua periode” mencerminkan antusiasme basis pendukung Prabowo, terutama di kalangan pendukung Gerindra yang condong pada nasionalisme, tetapi respons Prabowo menunjukkan keinginan untuk meredam ekspektasi dan menjaga fokus pada pemerintahan (*Officialinews_, 2025).
3. Implikasi Politik dan Sosial

3.1 Strategi Politik
Pernyataan Prabowo memiliki beberapa tujuan strategis:
- Mengelola Ekspektasi: Dengan meredam pembicaraan tentang periode kedua, Prabowo menghindari kesan arogan, sebuah kritik yang sering dialamatkan kepada politisi yang memprioritaskan pencalonan ulang ketimbang pemerintahan. Ini sejalan dengan narasi kampanye 2024 tentang kerendahan hati dan pengabdian (Malang Posco Media, 2024).
- Memperkuat Akuntabilitas: Dengan mengaitkan pencalonan ulang dengan kinerja, Prabowo memperkuat komitmennya untuk memenuhi janji kampanye, seperti pertumbuhan ekonomi, ketahanan pangan, dan kesejahteraan sosial (Kompas.com, 2025).
- Disiplin Partai: Mengarahkan kader Gerindra untuk menghindari retorika “dua periode” menunjukkan fokus yang terpadu pada implementasi kebijakan, mengurangi politicking internal yang dapat melemahkan pemerintahannya (Okezone, 2025).
- Persepsi Publik: Dengan menyebut kehendak Tuhan, Prabowo menarik simpati masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam (87% dari 270 juta penduduk) serta komunitas agama lain, meningkatkan keterkaitannya dengan publik (BPS.go.id, 2024).
3.2 Reaksi Publik dan Media
Reaksi publik, sebagaimana tercermin dalam unggahan di X, bervariasi:
- Sentimen Pendukung: Pengguna seperti @yzal75 menunjukkan dukungan kuat, menyatakan, “Anda layak untuk 2 periode Pak @prabowo, & @gibran_tweet tidak ada pemerintahan yg tidak berasal dari Tuhan” (yzal75, 2025), memperkuat kerangka spiritual Prabowo.
- Skeptisisme: Beberapa pengguna X mempertanyakan fokus Prabowo pada kehendak Tuhan, berargumen bahwa pemerintahan harus memprioritaskan hasil yang terukur. Salah satu pengguna berkomentar, “Tuhan menentukan, tapi rakyat yang menilai hasilnya” (Pengguna X Anonim, 2025).
- Liputan Media: Media seperti Kompas.com dan Detik.com memandang pernyataan tersebut sebagai cerminan kepemimpinan pragmatis Prabowo, sementara Kumparan menyoroti nuansa spiritualnya (Kompas.com, 2025; 20detik, 2025; kumparan, 2025). Okezone menekankan seruan Prabowo untuk evaluasi berbasis kinerja, mencatat daya tariknya bagi pemilih yang mencari kemajuan nyata (Okezone, 2025).
Analisis media menunjukkan bahwa pernyataan Prabowo telah memperkuat citranya sebagai pemimpin yang memprioritaskan hasil ketimbang ambisi politik, meskipun beberapa kritikus berpendapat bahwa hal ini berisiko mengasingkan pemilih yang lebih menyukai komitmen kebijakan yang konkret daripada retorika spiritual (Detik.com, 2025).
3.3 Implikasi untuk Pemilu 2029
Meskipun Pemilu 2029 masih empat tahun lagi, pernyataan Prabowo menetapkan panggung untuk strategi pencalonan ulangnya:
- Metrik Kinerja: Kriteria keberhasilan yang ditetapkan sendiri oleh Prabowo dapat menekan pemerintahannya untuk memenuhi janji-janji besar, seperti program makan bergizi gratis untuk pelajar, yang bertujuan menjangkau 82 juta siswa pada 2029 (Kompas.com, 2024).
- Pertimbangan Kesehatan: Pada usia 78 tahun di 2029, kesehatan Prabowo akan menjadi faktor. Pernyataannya pada 2024 tentang bertahan dari pengalaman mendekati kematian menunjukkan ketahanan, tetapi pengawasan publik terhadap kapasitas fisiknya mungkin meningkat (Disway.id, 2024).
- Perencanaan Suksesi: Dengan fokus pada masa jabatan saat ini, Prabowo mungkin mengisyaratkan keterbukaan terhadap perencanaan suksesi, berpotensi membuka jalan bagi pemimpin muda seperti Gibran Rakabuming Raka, yang berusia 37 tahun pada 2025 dan merupakan bintang politik yang sedang naik daun (Kumparan, 2024).
- Dinamika Koalisi: Koalisi Prabowo, yang mencakup Gerindra, Golkar, Demokrat, dan PAN, akan memainkan peran penting pada 2029. Pernyataannya dapat mendorong mitra koalisi untuk fokus pada pemerintahan bersama daripada kampanye dini (Detik.com, 2024).
4. Keselarasan dengan Filosofi Kepemimpinan Prabowo

4.1 Tema Spiritual dan Patriotik
Penyelipan Tuhan oleh Prabowo konsisten dengan persona publiknya, yang sering memadukan spiritualitas dengan nasionalisme. Dalam wawancara 2024, ia menceritakan hampir meninggal beberapa kali, menyatakan, “Saya sudah 3-4 kali mengucapkan kalimat syahadat karena seharusnya saya sudah dipanggil Tuhan” (Disway.id, 2024). Pernyataan 2025-nya menggemakan hal ini, memposisikan kepresidenannya sebagai mandat ilahi untuk mengabdi pada Indonesia (Kompas.com, 2025).
Retorika spiritualnya selaras dengan konteks budaya Indonesia, di mana bahasa agama umum dalam wacana politik. Sebagai contoh, artikel Merdeka.com pada 2023 mencatat bahwa frasa seperti “Kita hanya bisa berusaha dan berdoa, masalah hasilnya kita pasrahkan kepada Tuhan” sangat beresonansi dengan masyarakat Indonesia (Merdeka.com, 2023).
4.2 Kinerja dan Akuntabilitas
Penekanan Prabowo pada evaluasi keberhasilannya sendiri mencerminkan latar belakang militernya, di mana hasil dan disiplin sangat penting. Pada 2014, Jenderal (Purn.) Suryo Prabowo memuji “jiwa patriotik” dan “pantang menyerah” Prabowo, kualitas yang terlihat dalam pernyataan 2025-nya (Merdeka.com, 2014). Dengan menetapkan standar tinggi untuk pencalonan ulang, Prabowo memposisikan dirinya sebagai pemimpin yang bertanggung jawab kepada publik dan standar pribadinya, sebuah taktik yang kontras dengan pendahulu yang dikritik karena memprioritaskan pencalonan ulang ketimbang pemerintahan (Detik.com, 2025).
4.3 Konteks Historis
Pengalaman masa lalu Prabowo membentuk pendekatannya yang hati-hati terhadap pembicaraan pencalonan ulang. Pemecatannya sebagai Pangkostrad oleh Presiden B.J. Habibie pada 1998, setelah pertukaran tegang, menyoroti sensitivitasnya terhadap kesalahan politik (Medium.com, 2024). Pernyataan 2025-nya menunjukkan keinginan untuk menghindari sikap terlalu percaya diri, sebuah pelajaran yang mungkin diambil dari kekalahan elektoral sebelumnya pada 2014 dan 2019 (Kompas.com, 2024).
5. Tantangan dan Kritik

5.1 Ambiguitas “Keberhasilan”
Ketergantungan Prabowo pada evaluasi diri menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana “keberhasilan” akan didefinisikan. Kritikus berpendapat bahwa tanpa metrik yang jelas, pernyataan ini berisiko menjadi retorika belaka. Misalnya, apakah keberhasilan akan diukur dari pertumbuhan PDB, pengurangan kemiskinan, atau implementasi program spesifik seperti inisiatif makan gratis? Sebuah editorial Detik.com mencatat bahwa pemilih mungkin menuntut transparansi mengenai kriteria ini (Detik.com, 2025).
5.2 Retorika Spiritual vs. Substansi Kebijakan
Meskipun penyebutan Tuhan oleh Prabowo beresonansi dengan banyak orang, beberapa analis berpendapat bahwa hal ini dapat mengasingkan pemilih sekuler atau yang berfokus pada kebijakan. Sebuah unggahan di X menyatakan, “Prabowo bicara Tuhan, tapi rakyat butuh angka dan hasil nyata” (Pengguna X Anonim, 2025). Menyeimbangkan pesan spiritual dengan pencapaian konkret akan menjadi kunci untuk mempertahankan dukungan luas.
5.3 Risiko Politik
Dengan mengaitkan pencalonan ulang dengan kinerja, Prabowo berisiko menetapkan ekspektasi yang sulit dipenuhi, mengingat tantangan kompleks Indonesia, termasuk ketimpangan ekonomi, defisit infrastruktur, dan ketegangan geopolitik. Kegagalan untuk memberikan hasil dapat melemahkan posisi Gerindra pada 2029 (Kumparan, 2025).
6. Sentimen dan Dukungan Publik
6.1 Antusiasme Pendukung
Basis pendukung Prabowo, terutama pendukung Gerindra, tetap sangat setia. Sorakan “dua periode” mencerminkan kepercayaan terhadap kepemimpinannya, yang diperkuat oleh kemenangan telak pada Pemilu 2024 dan pengumuman kebijakan awal, seperti program makan gratis dan modernisasi militer (Kompas.com, 2024). Unggahan di X seperti @yzal75 menegaskan hal ini, memposisikan kepresidenan Prabowo sebagai kehendak ilahi (yzal75, 2025).
6.2 Opini Publik yang Lebih Luas
Opini publik beragam. Survei Indikator Politik Indonesia pada 2025 menunjukkan tingkat kepuasan 62% terhadap kinerja awal Prabowo, didorong oleh fokusnya pada kesejahteraan sosial dan kebijakan nasionalis (Detik.com, 2025). Namun, pemilih perkotaan dan generasi muda menyatakan skeptisisme, mencari peta jalan kebijakan yang lebih jelas. Pernyataan Prabowo mungkin menarik bagi pemilih tradisional dan beragama, tetapi bisa dianggap menghindar oleh mereka yang memprioritaskan tata kelola berbasis data (Kumparan, 2025).
7. Prospek Masa Depan
7.1 Prioritas Masa Jabatan Pertama
Kemampuan Prabowo untuk mencalonkan diri pada periode kedua akan bergantung pada pencapaian pemerintahannya hingga 2029. Prioritas utama meliputi:
- Program Makan Bergizi Gratis: Inisiatif unggulan untuk menyediakan makanan bagi 82 juta pelajar, bertujuan mengurangi stunting dan meningkatkan hasil pendidikan (Kompas.com, 2024).
- Kemandirian Pangan dan Energi: Prabowo berjanji memanfaatkan sumber daya alam Indonesia, seperti minyak sawit, energi geotermal, dan tenaga air, untuk mencapai kemandirian energi (Malang Posco Media, 2024).
- Pertumbuhan Ekonomi: Menargetkan pertumbuhan PDB tahunan 8% melalui investasi infrastruktur dan industrialisasi (Detik.com, 2024).
- Modernisasi Militer: Sebagai mantan Menteri Pertahanan, Prabowo memprioritaskan penguatan kemampuan pertahanan Indonesia, kebijakan yang kemungkinan akan berlanjut (Kompas.com, 2024).
Keberhasilan dalam bidang ini dapat memperkuat argumennya untuk pencalonan ulang, sementara kegagalan dapat memvalidasi janjinya untuk tidak maju lagi (Okezone, 2025).
7.2 Calon Penerus
Jika Prabowo memilih untuk tidak maju pada 2029, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka adalah kandidat potensial, mengingat usianya yang masih muda dan garis politiknya sebagai putra mantan Presiden Joko Widodo. Tokoh Gerindra lain, seperti Sandiaga Uno atau Ahmad Muzani, juga bisa muncul (Kumparan, 2024). Pernyataan Prabowo mungkin mengindikasikan keterbukaan terhadap perencanaan suksesi, memastikan keberlanjutan Gerindra (Detik.com, 2025).
7.3 Warisan Jangka Panjang
Fokus Prabowo pada kinerja sejalan dengan keinginannya untuk meninggalkan warisan sebagai pemimpin transformatif. Pidato pelantikannya pada 2024 memohon sejarah Indonesia tentang “kepahlawanan” dan “pengorbanan”, menunjukkan visi kepresidenan sebagai misi ketimbang jabatan (Malang Posco Media, 2024). Masa jabatan pertama yang sukses dapat mengukuhkan statusnya sebagai ikon nasional, sementara periode kedua akan bergantung pada persetujuan publik dan ilahi, seperti yang ia artikulasikan (Kompas.com, 2025).
8. Kesimpulan
Pernyataan Prabowo Subianto, “Yang menentukan adalah Tuhan dan saya,” merangkum filosofi kepemimpinannya yang memadukan keyakinan spiritual, akuntabilitas pribadi, dan pragmatisme strategis. Disampaikan hanya tujuh bulan setelah dilantik sebagai presiden, pernyataan ini mencerminkan niatnya untuk memprioritaskan pemerintahan ketimbang spekulasi pencalonan ulang, sambil menetapkan standar tinggi untuk keberhasilan pemerintahannya. Dengan memohon kehendak Tuhan dan evaluasi diri, Prabowo menarik nilai-nilai agama dan budaya Indonesia, tetapi ia juga menghadapi tantangan untuk menerjemahkan retorika menjadi hasil yang terukur. Seiring berjalannya masa jabatannya, kemampuan untuk memenuhi janji seperti ketahanan pangan, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan sosial akan menentukan apakah ia akan mencalonkan diri—atau didukung untuk—periode kedua. Seperti yang dinyatakan Prabowo dalam pidato pelantikannya pada 2024, “Saya selalu mengajak saudara-saudara untuk menjadi bangsa yang berani” (Malang Posco Media, 2024). Apakah keberaniannya diterjemahkan menjadi kepresidenan yang transformatif masih harus dilihat, tetapi pernyataan Mei 2025-nya telah menetapkan nada yang jelas untuk perjalanan kepemimpinannya.
Referensi
- Kompas.com. (2025). Prabowo Soal 2 Periode: Yang Menentukan adalah Tuhan dan Saya. https://www.kompas.com
- Kumparan. (2025). Prabowo: Jangan Sebut 2 Periode, Saya dan Tuhan yang Tentukan. https://www.kumparan.com
- Okezone. (2025). Prabowo soal Dua Periode: Kalau Saya Tidak Berhasil, Jangan Harap Saya Mau Maju Lagi. https://www.okezone.com
BACA JUGA: Riset Kehidupan Efektif dan Memahami Sikap Sosialisme: Panduan Komprehensif
BACA JUGA: Politik dan Analisis Ekonomi Negara Antigua dan Barbuda
BACA JUGA: Panduan Lengkap Travelling ke Negara Antigua dan Barbuda: Destinasi, Tips, dan Pengalaman