Gunung Semeru erupsi 82 kali sejak awal tahun 2026 berdasarkan data MAGMA Indonesia per 9 Januari 2026, menjadikannya gunung dengan aktivitas erupsi terbanyak di Indonesia periode ini. Erupsi pertama tahun ini terjadi pada 1 Januari 2026 pukul 05.29 WIB dengan tinggi kolom abu 900 meter, dan aktivitas terus berlanjut dengan intensitas bervariasi hingga hari ini.
Buat lo yang tinggal di Jawa Timur atau berencana ke kawasan Semeru, informasi ini penting banget. Aktivitas vulkanik yang tinggi bukan cuma soal angka—dampaknya nyata buat ribuan warga di sekitar lereng gunung.
Kronologi Erupsi Gunung Semeru Januari 2026: 84 Kali dalam 10 Hari

MAGMA Indonesia mencatat 144 erupsi vulkanik di seluruh Indonesia sepanjang 2026 hingga 10 Januari, dengan Gunung Semeru memimpin dengan 84 kejadian. Frekuensi ini menunjukkan aktivitas vulkanik yang konsisten sejak awal tahun.
Timeline Erupsi Januari 2026:
Tanggal 1 Januari 2026, erupsi pertama terjadi pukul 05.29 WIB dengan kolom abu setinggi 900 meter ke arah timur laut. Aktivitas terus berlanjut dengan intensitas yang meningkat di minggu pertama Januari.
Tanggal 6 Januari pukul dini hari, tinggi kolom abu teramati 400 meter di atas puncak dengan arah ke timur laut. Pada hari yang sama, observasi seismik dari pukul 00.00-06.00 WIB menunjukkan 37 gempa letusan dengan amplitudo 10-22 milimeter dan durasi 56-143 detik.
Tanggal 7 Januari, Gunung Semeru tercatat enam kali erupsi pada pagi hari dengan tinggi letusan 700-900 meter di atas puncak. Malam harinya pukul 23.57 WIB, erupsi kembali terjadi dengan kolom abu 900 meter.
Tanggal 9 Januari 2026 pukul 00.58 WIB, erupsi menghasilkan kolom abu setinggi 1.000 meter di atas puncak dengan warna putih hingga kelabu intensitas sedang ke arah utara. Sore harinya pukul 15.13 WIB, terjadi erupsi terbesar dengan tinggi kolom abu 2.000 meter dan luncuran awan panas sejauh 5 kilometer.
Tanggal 10 Januari 2026 pukul 05.01 WIB, erupsi teramati dengan kolom abu 80 meter di atas puncak ke arah timur laut dan timur.
Status Level III Siaga: Zona Bahaya dan Radius Evakuasi

Gunung Semeru ditetapkan berstatus Level III (Siaga) sejak 19 November 2025 pukul 16.00 WIB, sebelum kemudian dinaikkan ke Level IV (Awas) pada pukul 17.00 WIB hari yang sama. Status kemudian diturunkan kembali ke Level III (Siaga) dan masih berlaku hingga saat ini.
Rekomendasi Zona Bahaya dari PVMBG:
PVMBG merekomendasikan masyarakat tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak boleh beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak.
Zona Bahaya Berdasarkan PVMBG:
- Radius 13 km sektor tenggara (Besuk Kobokan): Zona larangan total aktivitas
- Sempadan sungai 500 meter: Zona bahaya lahar dan awan panas di sepanjang DAS
- Radius 17 km dari puncak: Jangkauan maksimal potensi awan panas dan lahar
Masyarakat diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.
Data Kegempaan dan Aktivitas Seismik Januari 2026

PVMBG mencatat aktivitas kegempaan yang intens sepanjang awal Januari 2026, menunjukkan tekanan magma yang masih aktif.
Data Seismik Terverifikasi:
Tanggal 1 Januari 2026 pukul 00.00-06.00 WIB: 35 gempa letusan dengan amplitudo 10-23 milimeter dan durasi 57-126 detik.
Tanggal 6 Januari 2026 pukul 00.00-06.00 WIB: 37 gempa letusan dengan amplitudo 10-22 milimeter dan durasi 56-143 detik, disertai 2 gempa guguran dengan amplitudo 3 mm durasi 46-69 detik, dan 8 gempa hembusan dengan amplitudo 3-8 milimeter durasi 38-82 detik.
Tanggal 7 Januari 2026 pukul 12.00-18.00 WIB: 22 gempa letusan dengan amplitudo 11-22 milimeter dan durasi 65-108 detik.
Tanggal 9 Januari 2026 pukul 06.00-12.00 WIB: 40 gempa letusan dengan amplitudo 10-22 milimeter dan durasi 71-159 detik.
Tanggal 10 Januari 2026 pukul 18.00-23.59 WIB: 32 gempa letusan dengan amplitudo 12-22 milimeter dan durasi 72-168 detik.
Pola kegempaan menunjukkan dominasi gempa letusan yang konsisten, mengindikasikan aktivitas erupsi yang stabil namun berlanjut. Interval antar letusan berkisar 2-6 jam.
Perbandingan dengan Erupsi Besar November 2025

Untuk memahami konteks aktivitas Januari 2026, penting membandingkannya dengan erupsi signifikan November 2025 yang menimbulkan dampak serius.
Erupsi 19 November 2025 – Kejadian Terburuk:
Pukul 14.13 WIB, terjadi guguran lava/awan panas dengan amplitudo maksimal 25 mm. Pukul 14.25 WIB jarak luncur mencapai 4 km, kemudian meningkat menjadi 5 km pada pukul 14.35 WIB.
Pukul 15.37 WIB, awan panas mengalami kenaikan dengan amplitudo maksimum 38 mm dan jarak luncuran 5,5 km. Puncak aktivitas menghasilkan kolom abu setinggi 2 kilometer dengan jarak luncuran awan panas melebihi 14 kilometer.
Letusan tercatat dengan amplitudo maksimum 45 mm dan durasi 14.283 detik (sekitar 4 jam). Erupsi berakhir pukul 18.11 WIB.
Dampak Erupsi November 2025:
Tiga warga mengalami luka berat dan dirawat di RSUD Dr. Haryoto Lumajang. Lahan pertanian seluas 204,63 hektare rusak, 21 unit rumah rusak berat, serta fasilitas pendidikan, kesehatan, dan gardu PLN masing-masing rusak berat satu unit.
Tiga desa terdampak: Desa Supit Urang dan Oro-Oro Ombo di Kecamatan Pronojiwo, serta Desa Penanggal di Kecamatan Candipuro. Sebanyak 300 warga mengungsi di dua tempat.
Total 1.116 jiwa mengungsi tersebar di sembilan lokasi. Sebanyak 187 orang (pendaki, porter, pemandu, dan petugas TNBTS) terjebak di Ranukumbolo dan berhasil dievakuasi.
Perbedaan Periode Januari 2026:
Januari 2026 menunjukkan pola erupsi kontinyu dengan frekuensi tinggi (82-84 kali dalam 10 hari) namun intensitas lebih rendah dibanding November 2025. Tidak ada laporan kerusakan infrastruktur atau korban jiwa di periode Januari 2026 berdasarkan data BPBD Lumajang terkini.
Imbauan Resmi PVMBG dan BPBD Lumajang
Rekomendasi Keselamatan dari PVMBG:
PVMBG mengeluarkan imbauan resmi untuk masyarakat dan pengunjung:
- Tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak
- Tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari sempadan sungai sepanjang Besuk Kobokan
- Waspada terhadap potensi awan panas dan aliran lahar terutama saat hujan
- Mengikuti perkembangan informasi melalui kanal resmi PVMBG
Layanan Darurat BPBD Lumajang:
BPBD Lumajang menyediakan layanan pengaduan dan informasi darurat yang dapat dihubungi 24 jam untuk pelaporan kondisi terkini dan permintaan bantuan. Warga diminta melaporkan setiap kejadian atau perubahan kondisi gunung.
Status Pendakian:
Jalur pendakian Gunung Semeru DITUTUP TOTAL sejak status Level III (Siaga) ditetapkan. Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menutup seluruh akses pendakian hingga status diturunkan dan dinyatakan aman oleh PVMBG.
Baca Juga Harga Pertamax Turbo Turun 1 Januari 2026, Hemat Rp350/Liter
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Erupsi Gunung Semeru 2026
Berapa kali Gunung Semeru erupsi di awal 2026?
Berdasarkan data MAGMA Indonesia per 10 Januari 2026, Gunung Semeru telah erupsi sebanyak 84 kali sejak awal tahun 2026, menjadikannya gunung paling aktif di Indonesia periode ini.
Apa status Gunung Semeru saat ini?
Status aktivitas Gunung Semeru berada pada Level III (Siaga) dengan zona bahaya utama di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak.
Apa perbedaan erupsi Januari 2026 dengan November 2025?
Erupsi Januari 2026 menunjukkan frekuensi tinggi (84 kali dalam 10 hari) dengan intensitas lebih rendah. Erupsi November 2025 mengakibatkan 3 warga luka berat, 204,63 hektare lahan rusak, dan 21 rumah rusak berat, sementara Januari 2026 belum ada laporan kerusakan signifikan.
Apakah pendakian Gunung Semeru dibuka?
Tidak. Jalur pendakian Gunung Semeru ditutup total sejak status Level III (Siaga) berlaku. Penutupan akan berlanjut hingga PVMBG dan TNBTS menyatakan kondisi aman untuk pendakian.
Zona mana saja yang berbahaya saat ini?
Zona bahaya utama adalah sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak, serta radius 500 meter dari sempadan sungai karena potensi awan panas dan lahar hingga 17 km dari puncak.
Panduan Keselamatan untuk Warga Sekitar
Protokol Keselamatan Warga:
- Siapkan Tas Siaga Bencana
- Dokumen penting (KTP, KK, akta) dalam wadah tahan air
- Obat-obatan pribadi minimal 7 hari
- Masker N95 minimal 10 lembar
- Senter, powerbank, dan uang tunai
- Pakaian ganti dan perlengkapan darurat
- Hindari Zona Bahaya
- Jauhi radius 13 km sektor tenggara (Besuk Kobokan)
- Tidak beraktivitas di sempadan sungai 500 meter
- Waspada saat hujan—potensi lahar dingin meningkat
- Monitor Informasi Resmi
- Website PVMBG: vsi.esdm.go.id
- MAGMA Indonesia: magma.esdm.go.id
- Twitter/X: @id_PVMBG
- BPBD Lumajang untuk info lokal
- Antisipasi Hujan Abu
- Gunakan masker saat keluar rumah
- Tutup pintu dan jendela saat erupsi
- Lindungi sumber air dari kontaminasi abu
- Bersihkan atap secara berkala
Tanda Bahaya yang Harus Diwaspadai:
- Gempa terasa disertai suara gemuruh
- Abu vulkanik mulai turun
- Bau belerang yang kuat
- Hewan ternak gelisah
- Air sungai berubah keruh tiba-tiba
- Suhu udara meningkat drastis
Jika merasakan tanda-tanda di atas, segera mengungsi ke tempat yang lebih tinggi dan aman, hindari lembah dan jalur sungai.
Kesimpulan: Waspada Berkelanjutan untuk Aktivitas Semeru
Gunung Semeru erupsi 84 kali sejak awal tahun 2026, menunjukkan aktivitas vulkanik yang masih tinggi meski dengan intensitas lebih terkontrol dibanding November 2025. Status Level III (Siaga) yang masih berlaku mengharuskan kewaspadaan penuh dari warga sekitar dan calon pengunjung.
Poin-Poin Penting:
- Frekuensi erupsi tinggi dengan intensitas moderat
- Zona bahaya utama: 13 km sektor tenggara dan sempadan sungai 500 meter
- Belum ada korban jiwa atau kerusakan signifikan di Januari 2026
- Pendakian ditutup total—tidak ada pengecualian
- Monitoring 24/7 oleh PVMBG dan BPBD terus berlanjut
Sistem mitigasi bencana yang lebih baik pasca-erupsi 2021 dan 2025 terbukti efektif mengurangi dampak. Namun, keselamatan tetap bergantung pada kesadaran masyarakat mengikuti arahan resmi dan menghindari zona bahaya.
Poin mana yang paling bermanfaat buat lo? Atau punya pengalaman tinggal di sekitar Semeru? Share di kolom komentar!
Tentang Penulis:
Artikel ini disusun berdasarkan data resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), MAGMA Indonesia, BNPB, dan BPBD Kabupaten Lumajang. Setiap informasi telah diverifikasi dari sumber-sumber terpercaya untuk memastikan akurasi dan validitas data.
Sumber Referensi:
- PVMBG – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi: vsi.esdm.go.id
- MAGMA Indonesia – magma.esdm.go.id
- BNPB – Badan Nasional Penanggulangan Bencana: bnpb.go.id
- BPBD Kabupaten Lumajang
- Katadata.co.id – Laporan Erupsi Semeru 2026
- iNews Jatim – Update Gunung Semeru
- Antara News – Berita Erupsi Semeru
- Tempo.co – Fakta Erupsi Gunung Semeru
- Detik.com – Dampak Erupsi Semeru
- Kompas.com – Kerusakan Erupsi Semeru
Untuk informasi lengkap tentang kesiapsiagaan bencana dan tips keselamatan, kunjungi Choleray.com.